
Pernahkah Anda berdiri di lorong toko bahan bangunan, memandangi ratusan sampel keramik, lalu merasa pusing? Secara sekilas, semuanya terlihat mirip. Kotak ukuran 60×60 cm, warnanya putih, motifnya marmer. Namun, ketika melihat label harga, Anda bingung. Kenapa yang satu harganya Rp60.000 per meter, sedangkan yang di sebelahnya Rp150.000?
Reaksi naluriah kita biasanya langsung tergoda pada yang paling murah. “Ah, sama-sama keramik ini, paling beda merek doang.”
Dalam dunia material bangunan, pepatah “ada harga ada rupa” berlaku mutlak. Selisih harga tersebut bukan sekadar margin keuntungan toko, melainkan representasi dari teknologi pembakaran, kualitas bahan baku, dan presisi pemotongan.
Memilih keramik hanya berdasarkan harga termurah seringkali berakhir dengan biaya renovasi ulang yang jauh lebih mahal di kemudian hari.
Lantas, bagaimana cara orang awam membedakan keramik berkualitas “premium” dengan keramik kualitas “standar” (atau bahkan rendah) tanpa harus membawanya ke laboratorium? Berikut panduannya.
1. Mimpi Buruk Tukang
Perbedaan kualitas yang paling nyata—dan paling sering dikeluhkan tukang adalah Presisi Geometris.
Keramik berkualitas rendah sering kali memiliki masalah inkonsistensi ukuran. Dalam satu dus, bisa jadi ada keramik yang ukurannya selisih 1-2 milimeter. Selain itu, masalah yang lebih parah adalah kelengkungan (bending). Keramik murah cenderung melengkung di tengah (seperti mangkuk terbalik) atau melintir di ujungnya.
Akibatnya? Saat dipasang, lantai tidak akan rata. Anda akan merasakan ujung keramik yang menonjol tajam saat diinjak tanpa alas kaki. Untuk menyamarkannya, tukang terpaksa membuat garis nat (sambungan) yang sangat lebar. Sebaliknya, keramik berkualitas tinggi memiliki potongan siku yang tajam (rectified) dan permukaan yang datar, memungkinkan pemasangan dengan nat tipis yang rapi dan elegan.
2. Semakin Berat, Semakin Baik
Coba angkat satu keping keramik. Keramik berkualitas baik akan terasa lebih berat dan padat dibandingkan keramik kualitas rendah dengan ukuran yang sama.
Mengapa bobot itu penting? Bobot menandakan kepadatan material. Keramik yang padat dihasilkan dari proses pembakaran suhu tinggi yang sempurna dan tekanan mesin cetak yang kuat.
Kepadatan ini membuat keramik tidak memiliki rongga udara di dalamnya, sehingga jauh lebih kuat menahan beban furnitur berat dan tidak mudah retak (gumpil) jika kejatuhan benda keras.
3. Tameng Pelindung
Permukaan keramik dilapisi oleh lapisan kaca tipis yang disebut glasur (glaze). Ini bukan sekadar pemberi warna, tapi tameng pelindung.
Pada keramik murah, lapisan glasur ini sering kali tipis dan “mentah”. Hasilnya, keramik mudah tergores hanya karena gesekan pasir di sandal, atau warnanya cepat pudar setelah beberapa tahun dipel dengan cairan pembersih.
Keramik berkualitas memiliki lapisan glasur yang tebal dan matang, membuatnya tahan gores (scratch resistant) dan noda tidak mudah meresap ke dalam pori-pori.
4. Antara Seni dan Piksel
Di era modern, motif keramik dibuat menggunakan teknologi cetak digital (digital printing). Perhatikan motifnya dari dekat. Keramik kualitas biasa seringkali memiliki gambar yang “pecah”, berbintik-bintik (seperti hasil print kertas resolusi rendah), atau motifnya berulang-ulang (repetitive) dalam satu dus.
Keramik berkualitas tinggi menawarkan resolusi desain yang tajam dan natural. Jika itu motif marmer, uratnya terlihat dalam dan hidup. Jika itu motif kayu, seratnya terlihat nyata.
Variasi motif antar kepingnya pun banyak (disebut random face), sehingga saat dipasang di area luas, lantai terlihat seperti batu alam atau kayu asli, bukan seperti stiker berulang.
5. Daya Serap Air (Water Absorption)
Ini adalah faktor teknis yang paling krusial untuk keawetan jangka panjang. Keramik memiliki pori-pori di bagian bawahnya (biscuit).
Keramik dengan kualitas standar ke bawah memiliki pori-pori besar yang menyerap banyak air. Apa bahayanya? Jika dipasang di area lembab, air akan merembes, membuat keramik mengembang, dan akhirnya terlepas dari lantai (meledak/ popping).
Keramik berkualitas—terutama kategori Porcelain Tile atau Granit—memiliki daya serap air yang sangat rendah (mendekati 0,5% atau kurang). Ini membuatnya sangat stabil, tidak mudah memuai, dan aman dipasang di area mana pun.
Ketenangan Pikiran
Membeli keramik adalah keputusan sekali untuk puluhan tahun. Selisih harga di awal sejatinya adalah “premi asuransi” untuk kenyamanan Anda. Lantai yang rata, tahan gores, dan indah dipandang akan membuat nilai rumah Anda bertahan lama.
Untuk memastikan Anda mendapatkan semua kriteria kualitas tersebut tanpa harus berspekulasi, mempercayakan pilihan pada merek yang memiliki reputasi solid adalah jalan terbaik. Kobin Tiles hadir menjawab kebutuhan ini. Sebagai produsen dan pusat grosir keramik yang fokus pada kualitas, setiap keping produk Kobin Tiles telah melalui kontrol kualitas ketat, mulai dari presisi potongan rectified, kepadatan material yang superior, hingga teknologi cetak motif resolusi tinggi.
Dengan memilih Kobin Tiles, Anda tidak hanya membeli penutup lantai, tetapi juga membeli ketenangan pikiran karena tahu bahwa fondasi pijakan rumah Anda adalah yang terbaik di kelasnya.
apakataData Portal Review Terpercaya