
Adopsi cloud computing menawarkan keuntungan bagi berbagai sektor bisnis. Keuntungan ini dapat berupa fleksibilitas penggunaan sumber daya sesuai kebutuhan dan anggaran yang lebih efisien.
Namun, seiring dengan kemajuan ini, muncul pula berbagai risiko keamanan yang sering kali terabaikan. Oleh karena itu, Memahami ancaman-ancaman ini adalah langkah krusial untuk melindungi data dan infrastruktur bisnis Anda di lingkungan cloud. Sebab, mengenali celah potensial adalah prioritas utama bagi perusahaan yang mengandalkan cloud infrastructure security.
Berikut adalah 10 ancaman cloud yang sering diabaikan.
1. Konfigurasi yang Salah (Misconfiguration)
Kesalahan konfigurasi adalah salah satu penyebab utama insiden keamanan cloud. Banyak pelanggaran data besar terjadi akibat pengaturan yang salah. Ini contohnya seperti port yang tidak perlu terbuka, izin akses yang terlalu longgar, atau storage bucket yang terekspos ke publik.
Kesalahan konfigurasi ini sering kali diabaikan karena tim IT terlalu fokus pada fungsionalitas dan kecepatan implementasi. Audit konfigurasi secara berkala dan penerapan otomatisasi pengaturan keamanan adalah langkah yang dapat mengurangi potensi kesalahan ini.
2. Manajemen Akses dan Identitas yang Buruk (IAM)
Identity and Access Management (IAM) yang buruk menjadi celah keamanan yang serius. Masalah ini termasuk penggunaan kata sandi yang lemah, kurangnya otentikasi multifaktor (MFA), atau pemberian hak akses yang berlebihan kepada pengguna. Jika kredensial jatuh ke tangan yang salah, maka penyerang dapat dengan mudah mendapatkan akses tak terbatas ke data dan sumber daya cloud.
Ancaman ini semakin diperburuk dengan siklus hidup karyawan yang dinamis. Jadi, hak akses mungkin tidak dicabut segera setelah seseorang berpindah posisi atau keluar dari perusahaan. Untuk mengatasi risiko ini, perusahaan perlu menerapkan prinsip least privilege dan melakukan audit akses secara berkala.
3. Kurangnya Visibilitas dan Pemantauan
Banyak organisasi yang mengadopsi cloud tanpa memiliki visibilitas yang memadai terhadap aktivitas yang terjadi di lingkungan mereka. Tanpa pemantauan yang cukup terhadap aktivitas pengguna, log sistem, dan lalu lintas jaringan, ancaman dapat terdeteksi dengan sangat terlambat, memberi penyerang waktu untuk beroperasi tanpa hambatan.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan harus memiliki alat pemantauan yang komprehensif dan log terpusat yang memungkinkan analisis data secara real-time. Dengan ini, tim keamanan dapat segera mengidentifikasi anomali dan merespons serangan sebelum kerusakan meluas.
4. Ketergantungan pada Penyedia Layanan Cloud (CSP) Saja
Meskipun penyedia layanan cloud besar seperti AWS, Azure, atau Google Cloud Platform menawarkan infrastruktur keamanan yang canggih, banyak perusahaan yang keliru menganggap penyedia layanan cloud bertanggung jawab penuh atas keamanan. Faktanya, keamanan data, aplikasi, dan konfigurasi dalam cloud adalah tanggung jawab pengguna.
Penting bagi perusahaan untuk memahami model tanggung jawab bersama dan mengambil langkah proaktif untuk mengamankan data dan aplikasi mereka. Ini mencakup penerapan kontrol keamanan pada lapisan aplikasi dan data.
5. Ancaman Orang Dalam (Insider Threats)
Ancaman orang dalam, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, bisa sangat merusak di lingkungan cloud. Karyawan atau kontraktor yang memiliki akses sah ke sistem dapat menyalahgunakan hak akses mereka, membocorkan data secara sengaja, atau menyebabkan pelanggaran keamanan akibat kelalaian.
Ancaman ini bisa diminimalkan dengan kebijakan akses yang ketat, pemantauan perilaku pengguna, pelatihan kesadaran keamanan, dan segmentasi jaringan. Hal ini bertujuan untuk membatasi potensi dampak ancaman orang dalam.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu berinvestasi pada pelatihan karyawan. Selain itu, perusahaan juga dapat merekrut talenta keamanan cloud yang tepat, atau bekerja sama dengan penyedia layanan keamanan terkelola (MSSP) yang memiliki keahlian dalam bidang keamanan cloud.
Lingkungan cloud menawarkan banyak keuntungan, tetapi juga menyimpan berbagai ancaman keamanan cloud yang sering diabaikan. Tentu, memahami sepuluh ancaman di atas, memungkinkan perusahaan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk memperkuat postur keamanan cloud mereka.
Keamanan cloud adalah tanggung jawab bersama. Jadi, pastikan perencanaan yang matang, implementasi yang tepat, dan pemantauan berkelanjutan, sehingga cloud dapat dimanfaatkan dengan aman dan efektif.
apakataData Portal Review Terpercaya